107585418ee364a4fd71e3f80e8aca9a
By: 22 28-09-2026

Pimpin Apel Pagi, Tri Adhianto Dorong UMKM dan ASN Berbelanja di Pasar Lewat Program Gebrak Pasar

KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendorong penguatan ekonomi lokal dengan mengajak aparatur dan masyarakat kembali berbelanja di pasar tradisional. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Gebrak Pasar (Gerakan Belanja ke Pasar) yang akan mulai dilaksanakan pada Jumat mendatang.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel Pagi jajaran aparatur Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, program Gebrak Pasar menjadi salah satu langkah untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang pasar tradisional sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Kota Bekasi.

Ia menginstruksikan jajaran Pemkot Bekasi untuk turut berbelanja berbagai kebutuhan di pasar tradisional setelah kegiatan senam bersama yang akan dilaksanakan di Pasar Baru.

Tri menilai kondisi pasar di Kota Bekasi saat ini semakin baik, baik dari sisi kebersihan, keamanan maupun penataan. Selain itu, harga sejumlah kebutuhan di pasar juga dinilai kompetitif sehingga masyarakat memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu menggerakkan perekonomian pedagang.

Tri menjelaskan, pelaksanaan Gebrak Pasar akan diselaraskan dengan momentum tanggal muda, ketika masyarakat dan aparatur umumnya mulai memenuhi kebutuhan belanja bulanan.

Melalui program tersebut, ia berharap sebagian kebutuhan belanja pegawai dapat dialihkan dari pusat perbelanjaan ke pasar rakyat sehingga perputaran uang dapat dirasakan secara langsung oleh pedagang dan pelaku UMKM.

“Kita inisiasi setiap awal bulan di tanggal muda dengan harapan belanja bulanan pegawai beralih ke pasar. Jika rata-rata belanjanya Rp100.000 dan dihadiri sekitar 1.500 orang, setidaknya ada Rp150 juta perputaran uang yang beredar di pasar pada hari itu,” ujar Tri Adhianto.

Menurutnya, gerakan tersebut bukan semata-mata aktivitas berbelanja, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berbelanja di pasar, diharapkan aktivitas perdagangan meningkat dan memberikan dampak terhadap pendapatan pedagang serta pelaku UMKM.

Dalam apel tersebut, Tri juga menekankan pentingnya percepatan penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengambil langkah yang lebih cepat dan solutif, termasuk dalam penanganan sampah di sungai serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah.

Tri meminta hasil studi maupun pembelajaran dari daerah lain tidak berhenti pada kegiatan studi banding, tetapi dapat diterapkan dalam bentuk program konkret yang sesuai dengan kondisi Kota Bekasi.

Selain persoalan ekonomi dan lingkungan, Tri turut menyoroti kedisiplinan aparatur, khususnya terkait kehadiran dalam apel pagi.

Ia menginstruksikan BKPSDM Kota Bekasi untuk mengkaji dan menyatukan sistem presensi Beetri dan fingerprint guna memastikan sistem kehadiran berjalan lebih efektif serta meminimalkan potensi manipulasi presensi.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menyampaikan rencana penyerahan bantuan kemanusiaan Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp2,1 miliar beserta pakaian layak pakai untuk Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Apresiasi turut disampaikan atas capaian prestasi DPPKB di tingkat Jawa Barat serta prestasi para siswa SMAN 1 dan SMAN 10 Kota Bekasi.

(Ndoet)

Pemkot Bekasi Gebrak Pasar UMKM Wali Kota Bekasi